
Kami yakin beberapa dari kalian mungkin sudah pernah dengar istilah digital marketing. Bagi yang belum, disini kami akan membantu kalian untuk memahami dasar-dasar, jenis-jenis, dan manfaat dari strategi pemasaran online ini. Dari konsep dasarnya hingga aplikasi praktisnya, artikel ini akan menambah wawasanmu tentang bagaimana internet telah mengubah cara kita mempromosikan bisnis dan produk. Siapin posisi baca yang nyaman dan segelas kopi biar lebih fleksibel dalam membaca artikel ini.
Apa itu digital marketing? Dikutip dari website Neil Patel – figur yang terkenal di dunia pemasaran digital (terima kasih atas kontribusinya untuk tools Semrush) – digital marketing mengacu ke sebuah metode untuk mempromosikan bisnismu menggunakan platform digital seperti sosial media, SEO/website, email marketing, atau iklan digital.
Nah, sebenarnya metode pemasaran ini sudah ada dari dulu dengan bentuk yang berbeda, namun familiar. Iklan dengan radio atau televisi juga termasuk ke metode pemasaran digital, tentunya metode ini disesuaikan dengan jamannya.
Pada dasarnya, channel digital marketing ini dibagi menjadi dua kategori yang paling umum, yaitu organik dan iklan. Organik ini bisa dilakukan dengan cara posting di Instagram dan TikTok, ataupun website. Cara ini bisa menekan budget atau bahkan gratis, namun hasil yang didapat bisa lebih lama. Sementara pada iklan, kita lebih nge-boost untuk jenis konten tertentu, misalnya promosi. Tentunya cara ini membutuhkan budget dan hasil yang didapatkan juga lebih cepat dibandingkan cara organik.
Beda cara, beda hasil memang. Namun baiknya kalau bisa kombinasi 2 cara ini agar tujuan marketing bisa tercapai.
Banyak orang yang mulai menerapkan pemasaran digital (bisa jadi tetanggamu yang dirumah saja namun tetap menghasilkan sampai dikira pesugihan), baik untuk marketing brand-nya, personal branding, atau sekedar belajar/eksperimen agar mendapatkan insight yang lebih.
Contoh digital marketing sendiri juga beragam, dari yang paling umum yaitu sosial media, SEO, PPC, email marketing, dan affiliate marketing.
Kita bahas satu-satu disini ya.
Oke kita mulai dari “makanan” kita sehari-hari untuk mengakses informasi, berkomunikasi, mencari hiburan, dan sebagainya. Sosial media menjadi salah satu sarana utama untuk mempromosikan brand atau produk. Hal ini karena penggunanya yang umum dijumpai dimanapun mereka berada.

Menurut Data Reportal, di tahun 2024 ini secara global masih banyak yang menggunakan Facebook sebagai platform sosial media.
Dari data ini bisa dijadikan acuan kira-kira dimana kita akan menerapkan strategi digital marketing untuk channel sosial media.
Dengan adanya algoritma, platform seperti Instagram atau TikTok mengatur konten yang ditampilkan kepada pengguna berdasarkan minat, aktivitas sebelumnya, dan profil mereka. Kita bisa menggunakan data demografis dan perilaku pengguna untuk menargetkan audiens yang tepat dengan konten yang relevan.
Selain itu, fitur-fitur seperti analisis kinerja memungkinkan kita untuk memantau dan mengevaluasi efektivitas campaign. Sehingga dapat melakukan penyesuaian untuk meningkatkan hasilnya.
Sosial media bisa menjadi alat yang kuat untuk membangun brand, meningkatkan interaksi, dan menghasilkan konversi.
Search Engine Optimization (SEO) adalah proses meningkatkan visibilitas sebuah website di halaman hasil mesin pencari seperti Google, Bing, atau Yahoo. Istilah ini mungkin lebih mudah dikenali untuk umum dengan surfing atau browsing, dimana kita sebagai user mengetikkan kata kunci tertentu di mesin pencari, seperti Google, dan muncul beberapa hasil yang relevan.

Dari data global diatas menunjukkan bahwa masih banyak user yang menggunakan mesin pencari, dari segala rentang usia, bahkan Gen Z sekalipun.
Nah, untuk cara kerjanya, SEO mengoptimalkan berbagai aspek agar sesuai dengan algoritma mesin pencari. Bisa mencakup pengoptimalan kata kunci, struktur URL, hingga konten agar lebih mudah diindeks dan diranking oleh bot mesin pencari.
Misalnya, dengan memasukkan kata kunci yang relevan ke dalam judul, deskripsi, dan konten, website menjadi lebih mudah ditemukan oleh orang yang mencari informasi terkait topik tersebut.
Selain itu, membangun tautan dari situs lain dan memastikan loading speed website kita juga merupakan bagian dari strategi SEO agar lebih efektif.
Situs web bisa memiliki peluang lebih besar untuk muncul di posisi teratas hasil pencarian dengan menerapkan praktik SEO yang tepat. Semakin banyak di klik, tentunya semakin banyak traffic yang datang.
Selanjutnya adalah pay per click (PPC), yang merupakan model periklanan di mana kita sebagai advertiser hanya membayar ketika iklan di-klik oleh audiens. Jadi, bukan dari berapa banyak iklan dilihat namun dari banyaknya iklan di-klik.

Sampling data diatas diambil dari salah satu platform sosial media sekaligus PPC juga, yaitu Facebook. Dengan membaca data diatas tentang besarnya presentase jangkauan iklan Facebook, hal ini juga membuktikan kalau digital ads masih diperlukan.
Cara kerja PPC adalah dengan mengiklankan produk atau layanan di platform seperti Facebook Ads, Google Ads, atau TikTok Ads. Pengiklan biasanya menentukan budget harian atau total yang disiapkan untuk iklan mereka dan menentukan kata kunci atau target audiens yang relevan.
Nah, iklan lalu ditampilkan ke pengguna berdasarkan kata kunci yang mereka cari atau profil mereka yang sesuai dengan target audiens. Ketika pengguna mengklik iklan, pengiklan akan dikenakan biaya tertentu sesuai dengan biaya per klik yang ditentukan.
PPC memungkinkan pengiklan untuk menargetkan audiens yang tepat dengan iklan mereka, dan mengontrol pengeluaran sesuai dengan performanya.
Yang keempat adalah email marketing. Pernah subscribe ke salah satu brand dan menerima newsletter mingguan atau bulanan? Nah, hal ini disebut dengan email marketing. Salah satu channel dari pemasaran digital yang memberikan kesan lebih formal dan personal dengan platform surel ini.

Pengguna email secara global sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Sehari-harinya dari kita maupun perusahaan menggunakan untuk berkomunikasi dalam bentuk formal.
Email marketing bekerja dengan cara pembuatan daftar email yang terdiri dari customer yang telah berlangganan, atau calon pelanggan yang menunjukkan minat dalam produk atau layanan perusahaan. Selanjutnya, pengirim mengembangkan konten email yang menarik, seperti penawaran khusus, newsletter, atau informasi terbaru tentang produk atau industri.
Pesan-pesan ini dikirim ke daftar email dengan jadwal yang ditentukan atau dalam actions tertentu, seperti pendaftaran atau pembelian. Penting untuk memperhatikan personalisasi pesan agar sesuai dengan minat dan kebutuhan penerima.
Analisis kinerja email, seperti open rate dan click through rate, membantu pengirim memahami respons pelanggan dan membuat penyesuaian untuk meningkatkan efektivitas kampanye email. Dengan menggunakan strategi email marketing yang efektif, perusahaan dapat membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, meningkatkan brand awareness, dan mendorong konversi.
Kita masuk ke yang terakhir untuk section artikel ini. Untuk sekarang ini affiliate marketing bisa dibilang cukup populer di TikTok, misalnya ada creator yang memasukkan produk atau layanan tertentu di keranjang kuningnya.

Disini kami menggunakan data umum, yaitu gambaran tentang pengguna internet secara luas. Dari tahun lalu, penggunanya terus bertambah. Ini juga membuktikan kalau digital memiliki peran di kalangan luas. Semakin banyak pengguna internet, semakin banyak juga ragam jenis transaksi yang terjadi.
Affiliate marketing adalah model bisnis di mana seorang pemasar (affiliate) mempromosikan produk atau layanan orang lain (merchant) dan menerima komisi atas setiap tindakan yang dilakukan oleh pengguna yang direferensikan oleh affiliate. Cara kerjanya dimulai dengan affiliate yang mendaftar ke program afiliasi yang disediakan oleh merchant. Setelah itu, affiliate mempromosikannya lewat saluran pemasaran online, seperti akun personal, website, atau email.
Saat pengguna melakukan pembelian produk atau mendaftar layanan melalui tautan afiliasi yang diberikan oleh affiliate, ia akan memperoleh komisi dari merchant.
Dari beberapa jenis diatas, manfaat digital marketing cukup signifikan bagi individu maupun perusahaan di era digital saat ini.
Pertama, metode ini memungkinkan kita untuk mencapai audiens yang lebih luas secara global. Penggunaan berbagai platform online bisa menjangkau calon pelanggan potensial di berbagai belahan dunia dengan biaya yang relatif lebih rendah daripada metode pemasaran tradisional, seperti iklan cetak atau televisi.
Kedua, fleksibilitas dan kemampuan untuk berinteraksi secara langsung dengan audiens. Kita bisa dengan mudah berkomunikasi dengan pelanggan melalui komentar media sosial, chat langsung, atau email, yang memungkinkan mereka untuk merespons pertanyaan, memberikan umpan balik, dan membangun hubungan yang lebih erat.
Yang terakhir adalah analisis yang lebih mendalam dan metrik yang dapat diukur secara real-time. Adanya alat analitik seperti Google Analytics, individu atau perusahaan bisa melacak kinerja kampanye dengan detail, memahami perilaku pengguna, dan membuat penyesuaian yang diperlukan untuk meningkatkan efektivitas strategi pemasaran.
Secara keseluruhan, pemasaran digital telah menjadi kekuatan utama dalam dunia pemasaran modern. Dibantu dengan teknologi dan platform online, creator atau brand bisa mencapai audiens yang lebih luas, berinteraksi secara langsung dengan pelanggan, dan mengukur kinerja kampanye mereka dengan lebih akurat.
Selain itu, fleksibilitas dalam hal kreativitas dan strategi pemasaran, memungkinkan kita untuk menyesuaikan pendekatan ke audiens sesuai dengan kebutuhan dan mengenal lebih dalam tentang apa itu digital marketing.
Dengan terus berkembangnya teknologi dan perubahan perilaku konsumen, metode pemasaran ini terus menjadi sarana yang penting bagi siapapun untuk mencapai tujuan pemasaran secara efektif.
Kamu bisa konsultasi ke kami untuk membahas kebutuhan digital marketing brandmu.